Perkembangan Teknologi Seluler

alasan yang melatar belakangi perkembangan teknologi seluler


 Teknologi adalah suatu bentuk ciptaan manusia yang diwujudkan dengan alat, dan teknik tertentu sehingga dapat mempermudah suatu pekerjaan dalam menghasilkan sesuatu. Teknologi juga dapat didefinisikan sebagai penggunaan dan penerapan pengetahuan tentang alat, teknik, metode atau sistem organisasi atau produk sebagai hasil akhir. Seiring dengan kemajuan zaman dan juga perkembangan peradaban manusia, teknologi juga semakin berkembang dan canggih. Alhasil, di era milenial saat ini, mereka yang belum melek teknologi akan tertinggal oleh berbagai hal yang harus selalu berubah dari waktu ke waktu.

 

Komunikasi adalah kegiatan pertukaran pesan atau informasi dari masing-masing pengirim dan penerima pesan atau informasi dari masing-masing pengirim dan penerima pesan dari informasi tersebut. Komunikasi merupakan salah satu bagian yang paling terpengaruh oleh perkembangan teknologi. Teknologi komunikasi adalah suatu sistem yang dilakukan oleh masyarakat modern untuk saling berinteraksi untuk bertukar pesan melalui panca indera sebagai fungsi komunikasi dalam manajemen logistik . Perkembangan teknologi secara langsung akan mempengaruhi perkembangan dunia komunikasi.

 

Perkembangan teknologi telah meningkatkan gaya hidup masyarakat. Manusia diciptakan untuk saling melengkapi, hal inilah yang membuat manusia terdorong untuk dapat mempermudah cara berkomunikasi seperti fungsi komunikasi dalam pekerjaan kantoran . Alat komunikasi yang digunakan semakin canggih seiring dengan perkembangan dunia modern. Sekitar 30 tahun yang lalu, di Indonesia hanya dikenal keberadaan ponsel yang memiliki ukuran dan berat yang sangat besar, kemudian hingga saat ini ponsel yang beredar semakin hari semakin tipis dan ringan. Hal ini tentunya menunjukkan bahwa ada 13 Pengaruh Teknologi Komunikasi di Masyarakat.

 

1. Memudahkan Komunikasi 

Suka atau tidak suka, teknologi sangat memudahkan dalam berkomunikasi. Kini semua orang dengan bantuan teknologi dapat berkomunikasi dalam waktu yang cepat dan juga tanpa batasan jarak. Tentunya hal ini berdampak positif bagi perkembangan dunia komunikasi. Apalagi jika dibandingkan 10-20 tahun lalu, akan terlihat bagaimana teknologi memberikan sentuhan terbaik di bidang komunikasi seperti penerapan komunikasi dalam jaringan .

 

2. Mempercepat Komunikasi 

Jika Anda biasa mengirim surat, Anda akan bisa mendapatkan balasan secepat 2 minggu. Sekarang ceritanya akan jauh berbeda, karena dalam hitungan detik Anda bisa mendapatkan pesan balasan jika Anda mengirim pesan melalui sms. Tentunya hal ini tidak akan terjadi tanpa adanya pengaruh teknologi yang diterapkan di bidang komunikasi. Karena sekarang Anda bisa dengan mudah dan cepat mendapatkan semua informasi, sehingga ketika ada sesuatu yang mendesak dapat segera mengetahui dan mengatasinya dalam peran komunikasi di media sosial .

 

3. Memudahkan Pekerjaan 

Tidak dapat disangkal bahwa komunikasi hadir dalam mempermudah pekerjaan. Penggunaan komputer dan internet saat ini membuat pekerjaan manusia menjadi lebih mudah dan efisien. Jika dulu Anda harus menulis laporan, mengetik menggunakan mesin tik, namun dengan kemajuan teknologi sekarang semua pekerjaan Anda menjadi lebih mudah. Dengan program yang tersedia, Anda tinggal memasukkan data dan membiarkan komputer memprosesnya.

 

4. Komunikasi Lebih Efisien 

Jika dulu komunikasi sangat lambat dan hanya bisa dilakukan secara tatap muka. Kini berkat teknologi semuanya jadi lebih mudah, bahkan bisa saling bertemu tanpa harus berdekatan. Jarak bukan lagi penghalang selama menggunakan peralatan canggih. Bahkan sekarang hampir semua alat komunikasi sudah terintegrasi dengan teknologi ini. Nah, sekarang jika kita berbicara tentang komunikasi, maka sepertinya tidak ada lagi keterbatasan dan kekurangan, karena perkembangan teknologi secara langsung akan mempengaruhi teknologi komunikasi pada media komunikasi modern .

 

5. Peralatan Komunikasi yang Lebih Canggih 

Kehadiran alat dan perangkat komunikasi yang canggih tentunya dipengaruhi oleh perkembangan kecanggihan teknologi. Saat ini, ponsel dengan harga hanya 1 jutaan bahkan sudah bisa mengaplikasikan teknologi canggih. Oleh karena itu, maka kini banyak beredar ponsel dengan harga ekonomis namun dibalut dengan teknologi yang menjanjikan. Tentu hal ini sangat membantu dan juga memberikan pengaruh bagi perkembangan dunia komunikasi.

 

6. Akses Informasi Lebih Cepat 

Dengan berkembangnya teknologi khususnya penggunaan internet dalam berkomunikasi. Kini Anda dapat dengan mudah mendapatkan informasi dengan cepat. Apalagi saat ini sudah banyak provider komunikasi yang meningkatkan kecepatan aksesnya. Tentunya hal ini semakin mempengaruhi proses informasi dalam komunikasi dapat diperoleh lebih cepat, sebelum berkembangnya teknologi 3G sekarang ini Anda dapat mengakses semua informasi dengan lebih cepat dengan bantuan jaringan 4G yang tentunya akan membuat Anda semakin puas dan menyenangkan untuk berkomunikasi.

 

7. Menghubungkan Banyak Orang 

Banyak sekali cerita orang-orang yang hilang kontak atau bahkan menghilang kembali bisa bertemu melalui jaringan komunikasi. Tentu saja ini adalah keajaiban yang hanya bisa diberikan oleh sentuhan teknologi dalam komunikasi. Kehadiran teknologi dalam komunikasi memungkinkan banyak orang untuk bisa saling terhubung melalui media sosial, bahkan kita bisa mengenal banyak orang dari berbagai belahan dunia. Tentu saja ini mirip dengan dunia yang sedang Anda genggam sebagai pengaruh media baru dalam komunikasi .

 

8. Akses Tanpa Batas 

Kini, dimanapun Anda berada di tengah bumi, Anda tetap bisa berkomunikasi dengan keluarga tanpa hambatan apapun. Tentu hal ini semakin mengikis jarak yang begitu dekat dan yang dekat bisa menjadi jauh. Tentunya teknologi berdampak pada kemudahan akses dan tidak hanya pada informasi. Tapi juga menghilangkan jarak jauh agar sekarang dimanapun Anda berada selama sinyal provider masih terjangkau maka jangan takut kehilangan informasi.

 

9. Persaingan Di Bidang Teknologi Komunikasi 

Tahukah Anda bahwa perkembangan teknologi dalam komunikasi juga menimbulkan persaingan. Saat ini, semua penyedia dan produsen peralatan berlomba-lomba menciptakan teknologi komunikasi yang dapat digunakan oleh manusia. Kemajuan teknologi telah menciptakan persaingan yang semakin ketat serta persaingan yang semakin ketat. Ada yang menawar dengan harga murah dengan teknologi standar dan juga dengan harga dengan kecanggihan teknologi mumpuni.

 

10. Kemudahan Pertukaran Informasi 

Perkembangan teknologi komunikasi telah menyebabkan banyak kemudahan yang dapat dirasakan oleh manusia. Salah satunya adalah kemudahan dalam bertukar informasi. Anda dapat dengan mudah mendapatkan informasi dari berbagai sumber dan dari belahan dunia manapun. Anda juga dapat memantau setiap informasi terbaik di semua bidang baik itu politik, sosial, hingga ekonomi.

 

11. Mendekati Jarak 

Perkembangan teknologi dalam komunikasi mampu mengikis jarak antar belahan dunia. Anda bahkan bisa merasa sangat dekat dengan kerabat yang mungkin berada di zona waktu yang berbeda. Jadi tentunya tidak akan ada hanbatan yang bisa dirasakan. Hanya saja masih sebatas kurangnya kemampuan sentuhan fisik, karena hingga saat ini belum ditemukan teknologi tersebut.

 

12. Ketergantungan Teknologi 

Ketahuilah bahwa keberadaan teknologi menyebabkan manusia menjadi tergantung. Mereka bahkan tidak bisa lepas dari teknologi. Teknologi bisa menjadi hal yang paling sulit untuk dilepaskan di mana saja. Faktanya banyak orang yang bahkan tidak bisa lepas dari pekerjaannya meski hanya untuk sehari.

 

13. Kecepatan perkembangan Dunia 

Tentunya dengan semakin berkembangnya teknologi komunikasi menyebabkan kecepatan dalam perkembangan dunia. Perkembangan teknologi komunikasi telah membawa perkembangan di berbagai bidang baik itu sosial, politik bahkan ekonomi


Berikan contoh dari masing-masing teknologi seluler

Beberapa dari kamu mungkin sudah tahu bahwa sekarang ini teknologi jaringan seluler telah sampai pada generasi ke-5 atau yang dikenal dengan nama 5G. Teknologi jaringan ini pun disebut-sebut mampu menghantarkan kecepatan data 20 kali lebih cepat dari generasi sebelumnya, yakni 4G.

Beberapa negara di kawasan Amerika Utara, Eropa, dan Asia Timur sudah menggelar teknologi 5G secara komersial. Indonesia sendiri pun saat ini sudah beberapa kali melakukan uji coba jaringan 5G. Bahkan, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) pada akhir 2020 menegaskan bahwa Indonesia akan siap mengadopsi teknologi 5G pada tahun 2021.

Namun, sebelum membahas mengenai 5G, ada baiknya kamu mengenal perjalanan teknologi jaringan seluler mulai dari 1G, 2G, 3G, 4G, sampai 5G. Oh iya, berbicara mengenai teknologi jaringan yang disebut tadi, kamu tahu tidak apa kepanjangan dari huruf G pada 1G, 2G, 3G, 4G, atau 5G? 

Buat kamu yang belum tahu, huruf G merujuk pada kata “Generation” atau generasi. Masing-masing generasi memiliki standar jaringan tertentu yang disesuaikan dengan standar jaringan telepon dan sistem telepon seluler pada saat itu. Daripada berlama-lama, yuk langsung saja simak ulasan singkat berikut ini! 

1G

Sesuai namanya, 1G merupakan generasi pertama pada teknologi telepon seluler. Teknologi jaringan ini pertama kali diluncurkan oleh Nippon Telegraph dan Telephone pada 1979 silam. Baru kemudian di tahun 1984, teknologi 1G menyelimuti seluruh wilayah Jepang dan menjadikannya sebagai negara pertama yang memiliki jaringan 1G secara nasional.

Secara teknis, 1G beroperasi dengan menggunakan sistem analog yang umumnya dikenal dengan AMPS (Advanced Mobile Phone Service), di mana hanya memiliki kecepatan maksimum 2,4 Kbps. 1G hanya dapat dipakai untuk melakukan panggilan telepon, itu pun dengan kualitas yang buruk, boros baterai, dan tidak terenkripsi. Sehingga, percakapan pun dapat disadap dengan menggunakan pemindai radio.

Di Indonesia, teknologi 1G pertama kali diperkenalkan pada tahun 1984. Kala itu, PT Telkom bersama dengan PT Rajasa Hazanah perkasa menyelenggarakan layanan komunikasi seluler dengan menggunakan teknologi NMT (Nordic Mobile Telephone) dengan menggunakan frekuensi 450 MHz. 

2G

Teknologi jaringan seluler generasi kedua ini bisa dibilang menjadi awal kelahiran teknologi digital. Bila pada 1G menggunakan jaringan analog, maka di 2G sudah menggunakan jaringan digital. 2G pertama kali diluncurkan secara komersial di Finlandia oleh Radiolinja pada 1991 dengan mengimplementasikan teknologi GSM (Global System for Mobile Communications) berbasis teknologi TDMA (Time Division Multiple Access). 

Kehadiran 2G pada saat itu menyuguhkan pengalaman baru dalam berkomunikasi. Apabila 1G hanya dapat melakukan panggilan telepon, maka di 2G terdapat beberapa fitur baru, antara lain bertukar pesan teks (SMS), pesan bergambar (MMS), dan suara panggilan yang lebih jernih. Bahkan, dalam perkembangannya 2G pun kemudian berevolusi menjadi 2,5G dengan GPRS (General Packet Radio Service) dan 2,75G dengan EDGE (Enhanced Data rates for Global Evolution), di mana kecepatan maksimal mencapai 473 Kbps. 

Teknologi 2G pertama kali hadir di Indonesia pada tahun 1993 dengan ditandainya proyek percontohan seluler digital dengan standar GSM oleh Telkomsel (kala itu bernama Telkomsel GSM) di Pulau Batam. Baru setelah itu PT Satelit Palapa Indonesia (Satelindo) menjadi operator GSM pertama yang menggunakan kartu SIM di tahun 1994, disusul oleh Telkomsel pada 1995, dan PT Excelcomindo Pratama di tahun 1996. 

3G

Teknologi penerus 2G ini pertama kali diluncurkan pada 2001 oleh operator asal Jepang NTT DoCoMo. 3G hadir sebagai sebuah solusi akan kebutuhan internet yang meningkat pada masa itu dengan menggunakan standar UMTS (Universal Mobile Telecommunications System). Teknologi ini sanggup menghantarkan kecepatan data yang lebih cepat dari generasi sebelumnya dengan kecepatan mencapai 2 Mbps. 

Dengan hadirnya 3G, masyarakat di seluruh dunia sudah dapat menikmati berbagai macam layanan internet, seperti browsing, pengiriman email, streaming video dan musik, berbagi data, hingga teleconference. Era 3G juga menjadi era kelahiran smartphone dengan dua nama besar pada saat itu, yakni Blackberry dan Apple. 

Kelahiran 3G di Indonesia pertama kali ada di tahun 2005 saat Telkomsel berhasil melakukan uji coba 3G yang berbasis teknologi W-CDMA (Wideband-code Division Multiple Access) di Jakarta yang kemudian dilanjutkan di beberapa wilayah, seperti Surabaya dan Batam. Setelah uji coba sukses dilakukan, pada 2006 Telkomsel menjadi operator pertama yang menggelar jaringan 3G secara komersial.

4G

Kebutuhan akan layanan internet dengan menggunakan teknologi jaringan 3G dinilai tidak cukup. Maka dari itu, guna membuat penggunaan layanan internet semakin nyaman, lahirlah teknologi 4G. Teknologi ini pertama kali diluncurkan secara komersial di Stockholm, Swedia dan Oslo, Norwegia pada 2009 yang menggunakan standar LTE (Long Term Evolution) berbasis teknologi OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing). 

Era 4G bisa dibilang sebagai lahirnya industri konten kreatif. Dengan kecepatan LTE hingga 100 Mbps pada awal peluncuran dan berevolusi menjadi LTE-Advanced yang dapat mendapat kecepatan 1 Gbps, 4G menawarkan kemampuan untuk streaming video dengan kualitas HD, game online tanpa lag, dan waktu upload dan download yang lebih singkat. Tak hanya itu, 4G pun membuat proses komunikasi jadi lebih lancar dengan video conference, serta memunculkan lebih banyak startup digital. 

Teknologi 4G LTE pertama kali diuji coba di Indonesia oleh Telkomsel pada 2013 bertempat di Pulau Bali. Baru kemudian diluncurkan secara komersial pada akhir 2014 dan menjadikan Telkomsel sebagai operator seluler pertama yang mengoperasikan jaringan mobile 4G LTE di Indonesia. Hingga kini layanan 4G Telkomsel sudah melayani puluhan juta pengguna. Telkomsel terus berusaha memberikan jaringan 4G terbaik merata untuk seluruh pelanggan dengan coverage penetration 95%. 

5G

5G lahir sebagai sebuah jawaban atas kebutuhan koneksi ke tahap yang lebih tinggi dalam beberapa tahun ke depan. Karenanya, sejumlah perusahaan dengan ekosistem mobile saat ini berkontribusi dan berupaya agar 5G dapat dinikmati oleh masyarakat di dunia. 5G saat ini sudah diluncurkan secara komersial di beberapa negara, seperti Korea Selatan, Amerika Serikat, Jepang, China, Turki, dan beberapa negara di Eropa. 

Sebagaimana halnya teknologi jaringan penerus, sudah pasti 5G memiliki kemampuan yang lebih canggih dari 4G, antara lain secara teori dapat mencapai data rate hingga 20 kali lebih cepat (20 Gbps), latency 10 kali lebih rendah (1ms), dan jumlah connection density 10 kali lebih banyak dari 4G (1 juta devices/km2), sehingga penggunaannya tidak hanya untuk pemenuhan layanan mobile broadband untuk konsumen, namun juga untuk Industry 4.0. 

Adapun beberapa contoh use cases untuk konsumen, seperti enhanced Mobile Broadband, Virtual Reality (VR), Augmented Reality (AR), dan cloud gaming. Kemudian sejumlah contoh use cases untuk industri/B2B, di antaranya AR/VR for industry maintenance, smart surveillance, smart factory, remote controlling machinery, remote surgery, drone surveillance, smart seaport, dan masih banyak lagi.

Komentar